APBN Terjepit Utang Rp494 T dan Lonjakan Minyak, Ruang Fiskal Kritis

Redaksi - APBN Terjepit Utang Rp494 T dan Lonjakan Minyak, Ruang Fiskal Kritis

Menanggapi kerentanan tersebut, pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Eko Listiyanto, menilai bahwa pemerintah perlu segera melakukan penyesuaian belanja atau spending review yang radikal. Menurutnya, mengandalkan utang baru tanpa reformasi struktural penerimaan negara hanya akan mempersempit ruang gerak fiskal pada tahun-tahun anggaran berikutnya.

"Pemerintah tidak bisa lagi menggunakan business as usual. Ruang fiskal yang tersisa harus dikawal ketat agar benar-benar menyasar stimulus yang berdampak langsung, bukan tersedot untuk belanja operasional birokrasi yang tidak esensial," tegas Eko di Jakarta.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Hingga saat ini, otoritas fiskal terus memantau pergerakan pasar komoditas global dan mengevaluasi efektivitas instrumen pembiayaan. Tantangan utama bagi pemerintah bukan lagi sekadar mencari sumber pendanaan, melainkan menjaga keseimbangan antara kesinambungan fiskal jangka panjang dan stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian geopolitik yang belum mereda.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement