Dokter Spesialis Anestesi Ditemukan Tewas di Samping siak" class="text-primary text-none">RSUD Tengku Rafian Siak

Siak, Aktualis.ID - Seorang dokter spesialis anestesi, dr. Budi Santoso (45), ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area semak-semak samping gedung RSUD Tengku Rafian Siak, Kabupaten Siak, Riau, pada Senin sore, 13 Juli 2026. Penemuan jenazah ini menggegerkan warga sekitar dan petugas rumah sakit, memicu penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian setempat yang dimulai sejak kemarin.

Penemuan jasad dr. Budi Santoso pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang melintas sekitar pukul 16.30 WIB. Warga tersebut mencurigai adanya seseorang tergeletak di balik semak-semak dan segera melaporkannya kepada petugas keamanan rumah sakit. Tim kepolisian dari Polres Siak tiba di lokasi tidak lama setelah laporan diterima untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Siak, AKP Rio Pratama, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami penyebab pasti kematian korban. "Kami menerima laporan penemuan jenazah dr. Budi Santoso kemarin sore. Saat ini, jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian yang sebenarnya," ujar AKP Rio Pratama kepada wartawan hari ini, Selasa, 14 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa beberapa saksi mata, termasuk petugas keamanan dan warga yang pertama kali menemukan, telah dimintai keterangan.

Direktur RSUD Tengku Rafian Siak, dr. Siti Aminah, membenarkan bahwa korban adalah salah satu dokter spesialis anestesi yang bertugas di rumah sakit tersebut. "Kami sangat terkejut dan berduka atas kejadian ini. Almarhum dr. Budi Santoso adalah rekan kerja yang berdedikasi. Kami menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian dan siap memberikan bantuan yang diperlukan," kata dr. Siti Aminah saat ditemui di kantornya hari ini.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement