Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Pesisir Waspada

Redaksi - Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Pesisir Waspada

Lampung Selatan, Aktualis.ID - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Sabtu (10/10/2026) dini hari, dengan memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.500 meter di atas puncak. Erupsi yang terjadi sekitar pukul 02.15 WIB ini dilaporkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), memicu peringatan kepada masyarakat dan nelayan di sekitar perairan Selat Sunda, khususnya di wilayah pesisir Lampung Selatan dan Banten.

Peristiwa ini merupakan kelanjutan dari serangkaian letusan minor yang tercatat sejak Jumat (9/10/2026) malam, namun letusan dini hari tadi menjadi yang paling intens dengan suara dentuman yang terdengar hingga beberapa pos pengamatan. Material vulkanik berupa abu tebal bergerak ke arah timur laut, sementara lontaran lava pijar terlihat jelas dari jarak aman. Status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level II (Waspada), dengan zona larangan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Meskipun erupsi kali ini tidak menyebabkan dampak langsung yang merusak permukiman, aktivitas vulkanik yang berulang ini secara perlahan mengikis mata pencarian warga pesisir. Para nelayan, yang menggantungkan hidup dari hasil laut di sekitar Selat Sunda, terpaksa mengurangi frekuensi melaut karena kekhawatiran akan keselamatan dan potensi gangguan ekosistem laut. "Sudah beberapa kali ini kami harus menunda melaut. Kalau terus-terusan begini, bagaimana dapur bisa ngebul?" ujar Samsul Bahri (52), seorang nelayan dari Desa Kunjir, Lampung Selatan, dengan nada khawatir. Ia menambahkan bahwa hasil tangkapan juga cenderung menurun pasca-erupsi besar sebelumnya.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau PVMBG, Deni Mardiono, menjelaskan bahwa fluktuasi aktivitas adalah hal yang wajar bagi gunung api muda seperti Anak Krakatau. "Kami terus memantau secara intensif. Data seismik menunjukkan adanya peningkatan tekanan, namun belum ada indikasi menuju letusan yang lebih besar dari yang terjadi pada 2018. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada dan tidak mendekati zona larangan," kata Deni, mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement