Kemenag RI Hadir di Tublopo, Beri Sinyal Kuat SMPTK To'is Taetimu Segera Beroperasi Resmi
Dok. Istimewa - Kasubdit Pendidikan Dasar Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Kakanwil Kemenag NTT, Camat Amanuban Barat, bersama para tokoh adat dan masyarakat Desa Tublopo mengabadikan momen usai kegiatan uji petik kelayakan SMPTK To'is Taetimu, Selasa (13/10/2026)
Pemerintah berupaya memprogramkan dan memberikan perhatian yang terbaik bagi pengembangan sekolah-sekolah di daerah, meskipun disadari bahwa beban dan kebutuhan negara tidak hanya berada pada sektor pendidikan saja. Oleh karena itu, lembaga pendidikan dituntut untuk mensyukuri perhatian yang ada dan membangun kolaborasi yang solid. Seluruh elemen yang terlibat, mulai dari gereja, yayasan, aparatur desa, hingga pemerintah pusat, harus saling bahu-membahu dan bergotong royong merawat lembaga ini.
Keberadaan SMPTK To'is Taetimu di Desa Tublopo dinilai sangat strategis dan memegang peranan penting. Posisinya yang berada di poros tengah, menghubungkan berbagai akses masyarakat dari barat maupun timur, menjadikannya sangat potensial sebagai sentral pendidikan di wilayah tersebut. Antonius juga menyoroti keindahan filosofi nama "To'is", yang dalam kacamata teologis bermakna sebagai sesuatu yang jika ditiup bunyinya akan menyebar dan mendatangkan rasa damai. Ia menaruh harapan besar agar lembaga pendidikan ini ke depannya dapat menjadi gema kedamaian dan kebaikan di mana saja.
Pendirian sekolah ini menjadi bukti komitmen Ditjen Bimas Kristen untuk membuka akses layanan pendidikan seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi mereka yang selama ini terpinggirkan akibat sulitnya akses karena faktor jarak. Proses legalitas ini ditempuh secara bertahap, dimulai dengan pemberian izin operasional bagi sekolah berstatus swasta di bawah naungan yayasan yang telah memenuhi syarat, sebelum nantinya kualitas sekolah akan terus dibina secara bersama-sama. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan jika sekolah swasta ini bertumbuh dengan kualitas unggul, statusnya dapat ditingkatkan menjadi sekolah negeri.
Secara nasional, hingga saat ini tercatat ada 443 lembaga Satuan Pendidikan Keagamaan Kristen di Indonesia, dan luar biasanya, hampir 40 persen dari total tersebut berada di wilayah Provinsi NTT. Meskipun lahir dari rahim keagamaan, hak-hak para siswa tetap dijamin penuh oleh negara tanpa diskriminasi; mereka berhak menerima akses Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Program Indonesia Pintar (PIP), hingga berbagai beasiswa prestasi lainnya. Dengan tercatatnya 15 siswa yang sudah siap melaksanakan proses belajar pada fase awal ini, harapan baru telah ditanam kuat di Desa Tublopo untuk mencetak generasi cerdas, beriman, dan membawa damai.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.