Kementan Siapkan Langkah Taktis Amankan Swasembada Pangan dari Ancaman La Nina
Selain mekanisasi pertanian, Kementerian Pertanian juga mengoptimalkan penggunaan benih varietas unggul yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap cekaman genangan air dan serangan organisme pengganggu tumbuhan. Varietas tahan banjir ini dinilai krusial untuk meminimalkan kerugian ekonomi yang diderita oleh para petani lokal.
Koordinasi lintas sektoral turut diintensifkan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika guna memetakan secara akurat zona merah wilayah terdampak La Nina. Data meteorologi tersebut menjadi acuan utama bagi petugas penyuluh lapangan dalam memberikan peringatan dini kepada kelompok tani.
"Mitigasi berbasis data spasial cuaca adalah kunci. Kami mendistribusikan informasi cuaca secara real-time agar petani dapat menyesuaikan jadwal tanam dan tidak terjebak pada kerugian akibat banjir di lahan pertanian," tambahnya menegaskan urgensi koordinasi lapangan.
Pihak kementerian juga mengaktifkan kembali lumbung pangan desa serta mengoptimalkan cadangan pangan pemerintah daerah untuk menyerap hasil panen petani yang terancam rusak akibat kelembapan udara yang tinggi. Langkah intervensi pasar ini dirancang guna menjaga stabilitas harga gabah di tingkat produsen.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.