Negara Gagal Melindungi Layanan Dasar: Batam Gelap, Langit Nusantara Lumpuh Asap

Redaksi - Negara Gagal Melindungi Layanan Dasar: Batam Gelap, Langit Nusantara Lumpuh Asap

Jakarta, Aktualis.ID - Senin, 12 Oktober 2026, menjadi hari pembuktian rapuhnya ketahanan infrastruktur vital nasional ketika ratusan ribu warga Batam, Kepulauan Riau, harus menjalani aktivitas dalam kegelapan total akibat lumpuhnya sistem kelistrikan, sementara di saat bersamaan, kepulan pekat asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa pembatalan ribuan jadwal penerbangan di berbagai bandara utama Sumatra dan Kalimantan. Peristiwa yang terjadi secara serentak ini bukan sekadar rentetan musibah musiman, melainkan akumulasi dari kegagalan tata kelola infrastruktur dasar dan pembiaran sistemik terhadap mitigasi bencana yang dipertontonkan oleh negara kepada publik sejak dini hari.

Kerusakan berlapis ini bermula ketika anomali pada jaringan transmisi utama meruntuhkan pasokan listrik PT PLN Batam secara masif, melumpuhkan sektor industri, fasilitas kesehatan, hingga suplai air bersih, sementara pada detik yang sama, jarak pandang di sejumlah bandara merosot drastis di bawah ambang batas keselamatan akibat kabut asap karhutla, memicu antrean frustrasi penumpang dan kerugian ekonomi triliunan rupiah yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

"Ini adalah bentuk pengabaian hak dasar warga negara. Listrik padam berjam-jam tanpa kepastian, sementara di luar rumah napas kami sesak oleh asap. Negara abai dalam memastikan jaminan keselamatan infrastruktur publik," ujar Dr. Hendra Setiawan, pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, saat dihubungi pada Senin (12/10).

Krisis yang melumpuhkan dua urat nadi ekonomi dan mobilitas ini memperlihatkan betapa rapuhnya koordinasi antarlembaga negara dalam menghadapi ancaman kegagalan sistem. Ketergantungan pada infrastruktur yang rentan tanpa skenario cadangan yang memadai membuat warga kembali menjadi korban utama dari lambannya respons birokrasi, baik di tingkat daerah maupun pusat.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement