Polisi Selidiki Kasus Perundungan dan Pemaksaan Minum Kopi Cuka pada 13 Siswi SMPN Ciputat
"Kami sudah mengambil langkah cepat dengan memeriksa para korban didampingi orang tua serta berkoordinasi dengan unit perlindungan anak. Penegakan hukum akan berjalan objektif sesuai prosedur yang berlaku untuk mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain," ujar pejabat kepolisian tersebut pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan langsung memberikan respons tegas dengan mendatangi SMPN Ciputat untuk melakukan investigasi internal. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan sekolah kini menjadi prioritas utama guna memastikan keamanan seluruh peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan formal. Sistem pengawasan internal sekolah dinilai kecolongan sehingga kejadian tersebut dapat berlangsung tanpa terdeteksi oleh guru atau petugas keamanan.
"Kami sedang mengevaluasi total sistem pengawasan di sekolah ini, termasuk meminta pertanggungjawaban pihak manajemen sekolah dan guru pembimbing. Kasus ini harus menjadi pelajaran serius agar tidak ada lagi ruang bagi perundungan di institusi pendidikan," tegasnya.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.