Pramono Anung Minta Pagar Besi di Mal dan Gedung Dilepas, Khawatir Keamanan Berlebihan
Menanggapi hal ini, Dr. Ir. Budi Santoso, seorang pakar tata kota dari Universitas Indonesia, menyatakan dukungannya terhadap pandangan Pramono Anung. "Keamanan memang penting, tetapi harus seimbang dengan fungsi ruang publik sebagai tempat interaksi sosial," kata Dr. Budi saat dihubungi hari ini. "Pagar-pagar masif ini tidak hanya menghalangi pandangan, tetapi juga menciptakan hambatan psikologis. Dalam konteks evakuasi bencana atau kebakaran, keberadaan pagar-pagar ini justru bisa menjadi jebakan yang membahayakan nyawa." Ia menyarankan agar pendekatan keamanan lebih mengedepankan teknologi pengawasan cerdas dan pelatihan respons cepat, daripada hanya mengandalkan penghalang fisik.
Wacana ini diharapkan dapat mendorong pengelola gedung dan pusat perbelanjaan untuk mengevaluasi ulang standar keamanan mereka. Beberapa pengelola mal di Jakarta yang dihubungi enggan berkomentar langsung, namun menyatakan akan mempertimbangkan arahan dari pemerintah. Diskusi mengenai keseimbangan antara keamanan, aksesibilitas, dan kenyamanan publik ini diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan, mengingat dampaknya yang luas terhadap kehidupan perkotaan.