"Kelembagaan baru ini bukan untuk mengambil alih kewenangan regulator yang sudah berjalan, melainkan berfungsi sebagai jembatan strategis untuk memperkuat koordinasi dan merumuskan kebijakan pencegahan krisis secara kolektif," ujar Menteri Sekretaris Negara dalam keterangan pers resminya.

Dari sisi rincian kewenangan, dewan ini diberi mandat untuk memetakan risiko sistemik, memberikan rekomendasi kebijakan afirmatif kepada presiden, serta memantau efektivitas program kesejahteraan finansial bagi masyarakat kelas menengah ke bawah dan pelaku usaha mikro.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Langkah konkret yang akan segera diambil oleh dewan ini meliputi sinkronisasi data keuangan nasional dan pembentukan satuan tugas khusus pencegahan sengketa regulasi antarlembaga pengawas. Satuan tugas tersebut diproyeksikan mulai bekerja efektif pada awal bulan depan.

Sejumlah pengamat ekonomi menilai langkah ini sebagai pedang bermata dua jika tidak dijalankan dengan batasan kewenangan yang sangat ketat. Di satu sisi, kehadiran dewan ini memperlihatkan respons cepat eksekutif terhadap ancaman krisis, namun di sisi lain berisiko menciptakan birokrasi berlapis jika harmonisasi aturan gagal dieksekusi dengan baik.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement