Sony Rilis Data Lima Kekurangan PlayStation 5 yang Dikeluhkan Konsumen

Jakarta, Aktualis.ID - Sony secara resmi mencatat lima poin kekurangan utama pada konsol PlayStation 5 yang kerap dikeluhkan oleh para konsumen di Indonesia sepanjang tahun ini. Data teknis tersebut dirilis menyusul tingginya volume aduan yang diterima oleh pusat layanan pelanggan resmi serta forum komunitas gim tanah air dalam sepuluh bulan terakhir. Pihak korporasi multinasional asal Jepang itu mengidentifikasi bahwa kendala teknis dan logistik mendominasi ketidakpuasan para pembeli domestik.

Poin keluhan paling menonjol yang dirangkum dalam laporan internal tersebut mencakup keterbatasan pasokan unit di pasar ritel, fluktuasi harga eceran tertinggi akibat rantai pasok, kapasitas penyimpanan internal yang cepat penuh, isu stabilitas koneksi nirkabel pada pengontrol DualSense, serta durasi garansi resmi yang dinilai terlalu singkat. Analis pasar menilai temuan ini membuka babak baru dalam peta persaingan industri konsol domestik yang selama ini didominasi oleh dominasi produk Sony.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Kelangkaan unit yang berkepanjangan sejak awal peluncuran hingga kuartal ketiga tahun ini memicu disparitas harga yang tajam di pasar sekunder. Konsumen di berbagai kota besar kerap harus merogoh kocek jauh di atas harga rekomendasi pabrikan demi mendapatkan konsol generasi terbaru tersebut. Kondisi ini menurunkan tingkat kepuasan pembeli secara drastis sekaligus membuka celah bagi peredaran produk non-resmi atau barang impor tanpa garansi resmi.

Menanggapi situasi tersebut, Pengamat Industri Game Nasional, Bayu Prasetyo, menyatakan bahwa dominasi pasar tidak serta-merta menjamin loyalitas konsumen apabila layanan purnajual dan ketersediaan stok tidak dikelola secara transparan. Menurutnya, kegagalan meredam keluhan mendasar ini dapat dimanfaatkan oleh kompetitor untuk merebut pangsa pasar konsol rumahan di Indonesia.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement