Warga Kudus Ubah Sampah Plastik Jadi BBM Pakai Kaleng Biskuit

Dari segi efisiensi, satu kilogram sampah plastik jenis tertentu yang diproses melalui alat ini mampu menghasilkan sekitar 700 hingga 800 mililiter cairan minyak pengganti solar atau minyak tanah. Minyak hasil sulingan tersebut kemudian diuji coba langsung untuk menghidupkan mesin diesel penggerak alat pertanian di wilayah setempat.

Perkembangan teknologi tepat guna ini mendapat perhatian khusus dari kalangan akademisi dan pegiat lingkungan lokal. Mereka menilai langkah kreatif ini mampu menjadi solusi alternatif dalam mengatasi krisis energi skala kecil sekaligus mengurangi volume sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

"Inovasi akar rumput seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap persoalan lingkungan dan energi. Pemerintah daerah seharusnya hadir untuk memberikan pendampingan teknis," kata pengamat teknologi tepat guna Universitas Muria Kudus, Dr. Hendra Setiawan.

Kendati demikian, penggunaan alat konversi rumahan ini masih menyisakan catatan penting terkait standar keselamatan kerja dan emisi gas buang dari proses pembakaran plastik. Paparan asap sisa produksi pirolisis tanpa filter yang memadai berpotensi menimbulkan polusi udara baru bagi kesehatan pernapasan warga.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement