Asap Karhutla Mengepung Nusantara, Diplomasi Jakarta Kembali Gagap di Hadapan Tetangga
Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Dewi Fortuna Anwar, mengkritik sikap diplomasi lingkungan Indonesia yang kerap defensif alih-alih transparan menghadapi keluhan negara tetangga.
"Diplomasi kita kerap gagap karena posisi tawar moral kita melemah di mata internasional akibat kegagalan domestik menuntaskan penegakan hukum karhutla. Alih-alih merespons dengan data transparan, respons yang muncul sering kali bersifat menyangkal," kata Dewi.
Di tengah ancaman sanksi internasional dan kerugian ekonomi domestik yang mencapai triliunan rupiah, absennya sanksi tegas bagi korporasi dan lambannya koordinasi antarlembaga memperlihatkan bahwa perlindungan terhadap lingkungan hidup masih dikorbankan demi kepentingan oligarki perkebunan.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.