Bursa Efek Indonesia Depak 80 Saham HSC Termasuk DCII dan BREN dari IHSG

Jakarta, Aktualis.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengeluarkan 80 saham berkapitalisasi dan likuiditas tinggi (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kebijakan drastis yang berlaku efektif pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026 ini mencakup sejumlah emiten berbobot besar seperti PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Langkah pembersihan konstituen indeks tersebut langsung memicu turbulensi signifikan dan tekanan masif terhadap pasar keuangan nasional sejak sesi perdagangan pagi dibuka.

Penghapusan puluhan saham unggulan ini dilakukan otoritas bursa menyusul evaluasi ketat atas aturan free float, rasio kepatuhan, serta transparansi likuiditas harian yang tidak lagi memenuhi ambang batas minimum. Keputusan ini berdampak langsung terhadap pergerakan portofolio investor ritel maupun institusional yang selama ini menempatkan instrumen-instrumen tersebut sebagai jangkar investasi utama mereka. Sejumlah manajer investasi terpaksa melakukan penyesuaian komposisi aset secara darurat untuk menghindari risiko ketidakcocokan acuan indeks.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Merespons gejolak yang terjadi di lantai bursa, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia menyatakan bahwa langkah pembersihan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaga kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global. Otoritas bursa menilai keberadaan emiten dengan likuiditas semu atau kepemilikan terkonsentrasi berpotensi mendistorsi kewajaran pergerakan IHSG secara keseluruhan.

"Langkah ini murni penegakan aturan agar IHSG benar-benar merefleksikan kondisi fundamental ekonomi riil yang sehat dan transparan, bukan sekadar dipicu oleh pergerakan semu dari segelintir saham berkapitalisasi raksasa," ujar pimpinan otoritas bursa tersebut saat memberikan keterangan pers darurat di Gedung BEI.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement