Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Gerindra Malut Gaungkan Dua Periode di Tengah Rapor Merah dan Deretan Data Kegagalan
Sofifi, Aktualis.ID - Tepat pada Oktober 2026, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto genap menginjak usia dua tahun. Momentum ini memunculkan ironi dan polarisasi tajam di ruang publik. Di satu sisi, mesin politik partai koalisi mulai memanaskan narasi perpanjangan kekuasaan hingga dua periode. Namun di sisi lain, dua tahun kabinet berjalan justru dibanjiri sorotan tajam dari para ekonom, pengamat politik, hingga masyarakat sipil yang menyodorkan deretan data terkait kegagalan pemerintah di berbagai sektor krusial.
Suara dukungan untuk memperpanjang napas kepemimpinan Prabowo disuarakan secara lantang oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Maluku Utara. Dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra di GOR Akekolano, Sofifi, pada Minggu (18/10/2026), Ketua DPD Gerindra Malut, Sahril Tahir, secara terbuka menyatakan bahwa wacana dua periode adalah kehendak dan aspirasi kuat dari para kader.
“Kalau kami sebagai kader Partai Gerindra, punya keinginan kuat agar Prabowo dua periode. Itu memang keinginan kami,” tegas Sahril.
Sahril menjadikan langkah ketegasan pemerintah di sektor tata kelola aset dan hukum sebagai landasan dukungan. Ia memuji gebrakan Prabowo yang diklaim berhasil menyita lebih dari enam juta hektare lahan sawit yang sebelumnya dikuasai secara ilegal oleh oligarki. Menurutnya, tindakan ini adalah wujud nyata pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945. Penindakan terhadap koruptor dan mafia tanah diyakini kader Gerindra sebagai sinyal keseriusan presiden dalam menyelamatkan uang negara.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.