Dugaan Penelantaran Rumah Tangga di Desa Saenam: Kepala Desa Desak Penyelesaian Hukum dan Pemulihan Keluarga
Redaksi - Dugaan Penelantaran Rumah Tangga di Desa Saenam: Kepala Desa Desak Penyelesaian Hukum dan Pemulihan Keluarga
Ketegasan Pemerintah Desa Saenam
Merespons situasi yang kian berkembang dan demi menjamin kepastian nasib bagi korban, Kepala Desa Saenam, Yohanis E. Tualaka, SH, memberikan pernyataan resmi yang tegas dan terukur. Otoritas Pemerintah Desa mendesak agar aparat penegak hukum di Polsek Amanatun Selatan segera mengusut tuntas dugaan pelanggaran ini secara objektif dan transparan.
Yohanis E. Tualaka, SH menyampaikan bahwa prioritas utama saat ini adalah mendorong adanya iktikad baik dari terduga pelaku demi pemulihan keutuhan keluarga. Pihaknya meminta agar Yefri Missa selaku yang bersangkutan segera menunjukkan kesadaran hukum untuk kembali ke tengah keluarga, menghentikan penelantaran, dan menjalani kehidupan bersama istri serta anak-anaknya sebagaimana mestinya.
—Ultimatum Hukum dan Sanksi Tegas
Kepala Desa Saenam memberikan penegasan yuridis yang mutlak: apabila Yefri Missa mangkir atau tidak memenuhi poin-poin pernyataan serta mengabaikan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, maka Pemerintah Desa bersama pihak korban tidak akan segan-segan mengambil langkah hukum yang lebih represif. Kasus ini akan didorong sepenuhnya ke tahapan hukum pidana formal demi menegakkan keadilan bagi Febri Nomlene serta memastikan hak-hak perlindungan anak dan istri terpenuhi tanpa kompromi.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan dan mediasi hukum oleh Polsek Amanatun Selatan masih terus berjalan. Perangkat desa beserta tokoh masyarakat setempat menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tercapai kepastian hukum dan pemulihan hak bagi korban secara berkeadilan.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.