Investasi KEK Tembus Rp382 Triliun, Serap 302 Ribu Pekerja: Ekonom Ingatkan Dampak ke Daerah Belum Merata
Apa Kata Penelitian Ekonomi tentang Dampak KEK?
Sejumlah kajian akademik menunjukkan bahwa dampak KEK terhadap perekonomian wilayah perlu dinilai secara lebih hati-hati. Penelitian Rizani Violita dan Khoirunurrofik yang diterbitkan dalam Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia pada 2025 menganalisis dampak KEK terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah dan daerah di sekitarnya menggunakan model ekonometrika spasial dinamis.
Penelitian tersebut menemukan bahwa dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan wilayah terlihat pada KEK berbasis pariwisata, sedangkan dampak KEK manufaktur tidak teridentifikasi signifikan dalam model penelitian tersebut. Studi itu juga menyimpulkan bahwa dampak terhadap pertumbuhan wilayah bersifat sementara. Hasil ini menjadi pengingat bahwa keberadaan kawasan khusus tidak dengan sendirinya menjamin pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan bagi wilayah di sekitarnya.
Temuan tersebut tidak berarti seluruh KEK manufaktur gagal atau tidak memberikan manfaat. Hasil penelitian bergantung pada periode pengamatan, indikator yang digunakan, karakteristik kawasan, dan metode analisis. Namun, kajian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan investasi di dalam kawasan perlu disertai bukti mengenai dampaknya terhadap aktivitas ekonomi di luar kawasan.
Bagi pembuat kebijakan, temuan akademik tersebut memperkuat pentingnya evaluasi berbasis hasil. Pemerintah perlu membandingkan perkembangan daerah yang memiliki KEK dengan wilayah pembanding yang karakteristik awalnya serupa. Analisis semacam ini membantu membedakan pertumbuhan yang benar-benar berkaitan dengan keberadaan KEK dari pertumbuhan yang mungkin dipengaruhi faktor lain, seperti pembangunan infrastruktur umum, tren industri, atau peningkatan investasi di tingkat nasional.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.