Pemerintah Kaji Penghentian Ekspor Gas Demi Kebutuhan Domestik

Redaksi - Pemerintah Kaji Penghentian Ekspor Gas Demi Kebutuhan Domestik

Jakarta, Aktualis.ID - Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia tengah mengkaji kebijakan penghentian ekspor gas alam ke negara tetangga guna memprioritaskan ketersediaan pasokan energi bagi kebutuhan domestik. Kebijakan ini diambil setelah Kementerian ESDM mengevaluasi neraca pasokan gas nasional yang menunjukkan adanya peningkatan permintaan dari sektor industri manufaktur dan kelistrikan di dalam negeri. Kepastian pasokan energi primer menjadi prioritas mutlak agar roda perekonomian nasional tidak mengalami gangguan akibat keterbatasan bahan bakar.

Evaluasi komprehensif ini mencakup peninjauan ulang seluruh kontrak penjualan gas ke luar negeri yang sedang berjalan. Kementerian ESDM mencatat bahwa sebagian besar volume ekspor gas selama ini dikirimkan melalui pipa bawah laut dan pengapalan LNG ke negara-negara tetangga di kawasan regional. Pemerintah menilai sudah saatnya alokasi komoditas strategis tersebut dialihkan sepenuhnya untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

"Kami sedang menghitung ulang seluruh neraca gas nasional secara cermat agar tidak ada industri dalam negeri yang kekurangan pasokan, sementara kita masih mengirim gas ke luar negeri," ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026. Bahlil menegaskan bahwa negara harus hadir memastikan kedaulatan energi sebelum memenuhi komitmen ekspor.

Dari sisi neraca perdagangan, langkah penghentian ekspor gas ini dipastikan akan memengaruhi perolehan devisa negara dalam jangka pendek. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor gas alam menyumbang devisa yang signifikan bagi neraca pembayaran Indonesia setiap tahunnya. Oleh karena itu, tim ekonomi pemerintah saat ini sedang menghitung potensi kehilangan pendapatan ekspor tersebut terhadap stabilitas makroekonomi.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement