Bupati Lombok Barat Diduga 'Dititipkan' di Mako Brimob Polda NTB Terkait Penyelidikan Gratifikasi
Mataram, Aktualis.ID - Bupati Lombok Barat, berinisial H.F., diduga ditempatkan di Markas Komando (Mako) Satuan Brimob Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram sejak Senin dini hari, 20 Juli 2026. Penempatan ini dilakukan setelah pemeriksaan intensif oleh tim penyidik terkait penyelidikan kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan pejabat daerah tersebut.
Sumber internal kepolisian menyebutkan, penempatan H.F. di Mako Brimob bukan dalam status penahanan resmi, melainkan sebagai "titipan" untuk memudahkan proses penyelidikan dan menjaga kondusivitas. Langkah ini diambil setelah serangkaian pemeriksaan maraton yang dilakukan terhadap Bupati dan beberapa saksi lain sejak Minggu kemarin.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Rahmat Hidayat, saat dikonfirmasi di Mataram hari ini, membenarkan adanya proses penyelidikan yang sedang berlangsung. "Betul, ada proses penyelidikan yang sedang kami lakukan terkait dugaan gratifikasi di lingkungan Pemkab Lombok Barat. Untuk kepentingan penyelidikan, yang bersangkutan saat ini berada di salah satu fasilitas kami," ujar Kombes Rahmat, tanpa merinci lebih lanjut mengenai status "titipan" tersebut.
Kasus dugaan gratifikasi ini disebut-sebut berkaitan dengan proyek-proyek infrastruktur dan perizinan di Lombok Barat. Penyelidikan telah berjalan beberapa waktu, termasuk penggeledahan di beberapa kantor dinas dan pemanggilan sejumlah pejabat serta pihak swasta.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.