BEI Depak 81 Saham HSC dari IHSG Guna Perketat Likuiditas Pasar

Dari perspektif teknis, saham-saham yang didepak umumnya memiliki karakteristik kepemilikan terkonsentrasi pada sedikit pihak dengan volume transaksi harian yang sangat minim di pasar reguler. Kondisi tersebut membuat harga saham mudah dimanipulasi dan tidak mencerminkan fundamental perusahaan yang sesungguhnya.

Para pelaku pasar institusional kini dihadapkan pada kewajiban melakukan rebalancing pada produk reksa dana atau ETF yang menggunakan IHSG sebagai benchmark. Penyesuaian portofolio ini harus diselesaikan segera agar nilai aset kelolaan tetap akurat mengikuti komposisi indeks terbaru yang dirilis bursa.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

"Bagi investor institusi, proses penyesuaian ini menuntut kalkulasi ulang yang cermat agar tidak menimbulkan gejolak harga yang tidak perlu pada instrumen derivatif maupun produk pasif berbasis indeks. Kami telah memberikan waktu transisi sebelum aturan ini efektif berlaku hari ini," kata Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia dalam tanggapannya.

Sementara itu, para investor ritel diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memantau pergerakan saham yang keluar dari konstituen IHSG. Saham-saham tersebut kini dikategorikan berada di luar pantauan indeks utama, sehingga risiko likuiditas dan penghentian perdagangan sementara (suspensi) menjadi jauh lebih tinggi.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement