Harga Emas Perhiasan Naik Picu Penurunan Daya Beli Konsumen Ritel Domestik

Redaksi - Harga Emas Perhiasan Naik Picu Penurunan Daya Beli Konsumen Ritel Domestik

Jakarta, Aktualis.ID - Pasar domestik Indonesia dihadapkan pada gelombang penyesuaian harga emas perhiasan per 31 Oktober 2026 yang bergerak fluktuatif cenderung menanjak. Kenaikan harga komoditas logam mulia ini langsung memukul sektor perdagangan ritel perhiasan di berbagai pusat perbelanjaan dan pasar tradisional di sejumlah kota besar. Konsumen ritel menahan diri untuk melakukan transaksi pembelian baru akibat tingginya nilai nominal yang harus dibayarkan untuk setiap gram perhiasan emas berbagai kadar.

Lonjakan harga tersebut dipicu oleh dinamika pasar global yang turut mengerek harga acuan emas dunia dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi makroekonomi internasional serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi faktor utama yang mendasari penyesuaian harga di tingkat pedagang eceran nasional. Para pelaku usaha perhiasan di sentra penjualan emas Cikini, Jakarta Pusat, mencatatkan penurunan volume transaksi harian hingga mencapai tiga puluh persen sejak awal pekan ini.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Emas dan Permigit Indonesia (Apepi), Milasari Kusuma Dewi, menyatakan bahwa para perajin dan pedagang ritel kini menghadapi dilema besar akibat tingginya harga bahan baku emas murni. Menurutnya, margin keuntungan tergerus drastis karena pelaku usaha tidak dapat serta-merta menaikkan harga jual produk jadi secara penuh kepada masyarakat tanpa kehilangan pembeli.

"Kenaikan harga emas perhiasan kali ini bergerak sangat cepat dan berada di luar estimasi awal para pelaku usaha ritel. Kami melihat penurunan minat beli yang cukup tajam dari masyarakat kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung transaksi perhiasan harian di pasar domestik," ujar Milasari Kusuma Dewi saat ditemui di kantornya.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement