Mal Legendaris 28 Tahun Tutup Total Akibat Migrasi Belanja Online

Redaksi - Mal Legendaris 28 Tahun Tutup Total Akibat Migrasi Belanja Online

Ketua Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia menyatakan bahwa fenomena tumbangnya mal konvensional merupakan pukulan telak bagi industri perdagangan offline nasional. Ia menilai pergeseran pola konsumsi masyarakat tidak lagi sekadar tren sementara, melainkan sebuah perubahan struktural yang permanen pada cara masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka.

"Kami melihat gelombang penutupan ini sebagai kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh sektor ritel konvensional. Perubahan perilaku konsumen yang serba cepat dan instan melalui gawai membuat mal fisik kehilangan daya tarik utamanya sebagai pusat rekreasi dan belanja," ujar perwakilan asosiasi ritel tersebut saat dikonfirmasi.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Pihak asosiasi juga menambahkan bahwa para pelaku usaha di pusat perbelanjaan sebenarnya telah berupaya melakukan berbagai macam inovasi dan transformasi digital. Namun, upaya tersebut dinilai terlambat dan tidak cukup kuat untuk membendung dominasi platform e-commerce yang menawarkan harga jauh lebih murah serta kemudahan logistik tanpa batas ruang dan waktu.

Sementara itu, para pedagang kecil yang selama puluhan tahun menggantungkan nasibnya di mal tersebut mengaku terpukul atas penutupan total ini. Mereka menyatakan tidak memiliki cukup modal untuk melakukan migrasi bisnis secara penuh ke ranah digital karena keterbatasan penguasaan teknologi dan tingginya biaya persaingan di dunia maya.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement