Pemangkasan Pasokan Gas Paksa Singapura Lirik Nuklir dan Dorong ESDM Amankan Energi

Dinamika geopolitik energi regional Asia Tenggara kini mengalami pergeseran signifikan akibat pengetatan keran ekspor gas dari Indonesia. Negara-negara tetangga yang selama ini mengandalkan pasokan fosil murah dari nusantara terpaksa memutar otak untuk mencari portofolio energi baru terbarukan maupun teknologi nuklir berskala kecil.

Pengamat ekonomi energi menilai langkah pemangkasan ini sudah terlambat diambil mengingat cadangan terbukti gas nasional terus mengalami penyusutan setiap tahunnya. Produksi dari blok-blok migas utama belum mampu mengimbangi eskalasi permintaan domestik yang tumbuh seiring pemulihan sektor manufaktur.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

"Kebijakan pembatasan pasokan ke luar negeri adalah instrumen kedaulatan energi yang tidak bisa ditawar lagi ketika neraca gas domestik mulai menunjukkan defisit potensial," tegas pengamat energi nasional menanggapi keputusan pemerintah tersebut.

Sebagai tindak lanjut jangka panjang, Kementerian ESDM kini tengah mempercepat proyek infrastruktur pipa transmisi gas lintas pulau. Integrasi jaringan pipa dari wilayah timur menuju barat Indonesia diharapkan mampu meratakan distribusi energi secara efisien tanpa harus bergantung pada pasokan eksternal.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement