Kontroversi Foto Jokowi Injak Kepala Kerbau, PDI-P: PSI Terbuai Raja & Ambisi Keluarga
Redaksi - Kontroversi Foto Jokowi Injak Kepala Kerbau, PDI-P: PSI Terbuai Raja & Ambisi Keluarga
Jakarta, Aktualis.ID - Sebuah foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang viral di media sosial, memperlihatkan dirinya seolah-olah menginjak kepala kerbau, telah memicu gelombang perdebatan dan reaksi beragam di tengah publik dan panggung politik nasional. Kontroversi ini semakin meruncing setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) melayangkan kritik tajam terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait respons mereka atas insiden tersebut.
PDI-P, melalui salah satu kadernya, dengan tegas menyoroti sikap PSI yang dinilai terlalu membela Jokowi hingga "terbuai perilaku raja". Pernyataan ini muncul sebagai respons atas pembelaan PSI terhadap foto tersebut, yang kemudian dijelaskan sebagai salah satu adegan dalam film "Lafran" yang dibintangi Jokowi sebagai cameo. Namun, bagi PDI-P, narasi pembelaan PSI tersebut justru menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan.
Kritik PDI-P tidak berhenti pada "perilaku raja" saja. Lebih dalam, PDI-P juga menuding bahwa di balik pembelaan PSI tersebut tersimpan "ambisi keluarga". Frasa ini secara implisit merujuk pada spekulasi dan perbincangan publik tentang dinamika politik internal menjelang Pemilu 2024 dan peran anggota keluarga Presiden dalam kancah politik. PDI-P tampaknya ingin menarik garis tegas antara loyalitas politik yang tulus dan loyalitas yang didasari oleh kepentingan personal atau dinasti.
Polemikan ini menggarisbawahi ketegangan yang memuncak di antara partai-partai politik, terutama menjelang tahun politik krusial. Foto viral, yang awalnya mungkin terlihat sebagai kejadian sepele, justru menjadi pemicu perdebatan sengit tentang etika berpolitik, representasi kekuasaan, dan hubungan antara pemimpin dengan partai pendukungnya. Bagi PDI-P, PSI, yang selama ini dikenal sebagai "partai pendukung Jokowi", dinilai telah melampaui batas dengan narasi pembelaannya yang terkesan hiperbolis.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.