Ilustrasi - Cyber Security
Kebocoran Data Raksasa: 6 Juta Pelanggan Operator Eropa Dibobol, Apa Pelajarannya untuk Indonesia?
Gelombang kebocoran data massal kembali terjadi di Eropa—kali ini menimpa operator telekomunikasi, dengan skema pemerasan yang makin “rapi”: data dicuri, lalu dibocorkan bertahap untuk menekan korban agar membayar tebusan.
Kasus terbaru melibatkan Odido, operator seluler Belanda (eks T-Mobile Netherlands), yang mengonfirmasi data terkait lebih dari 6 juta akun pelanggan ikut terdampak. Insiden ini disebut sebagai salah satu pencurian data terbesar di sektor telekomunikasi Belanda.
Kelompok bernama ShinyHunters mengklaim bertanggung jawab, dan mulai memublikasikan sebagian data curian di ruang bawah tanah internet (dark web). Publikasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerasan.
Modusnya khas “ransom-and-leak”: pelaku mengancam akan merilis data secara bertahap—bahkan disebut bisa melepas sekitar satu juta catatan per hari—jika tebusan tidak dibayar. Pola ini membuat insiden terasa seperti “serial” yang terus memperpanjang kepanikan korban.
Data yang dicuri bukan sekadar nama dan nomor telepon. Laporan menyebut ada kombinasi informasi identitas dan finansial seperti email, tanggal lahir, detail rekening bank (IBAN), hingga nomor paspor.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.