Big Tech Wajib Bangun Listrik Sendiri, Trump Kunci Dominasi AI Tanpa Bebani Rakyat

SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA

Aktualis.ID - Donald Trump resmi menggalang komitmen raksasa teknologi Amerika Serikat melalui Ratepayer Protection Pledge, sebuah kebijakan yang dirancang untuk memastikan ledakan pusat data dan kecerdasan buatan (AI) tidak membebani tagihan listrik masyarakat.

Dalam lembar fakta yang dirilis The White House pada 4 Maret 2026, Presiden Trump mempertemukan perusahaan hyperscaler dan AI terbesar untuk menandatangani komitmen tersebut. Perusahaan yang ikut menandatangani antara lain Amazon, Google, Meta, Microsoft, OpenAI, Oracle, dan xAI.

Baca juga Sponsored / Suggested
Baca juga Sponsored / Suggested

Melalui komitmen ini, perusahaan teknologi diwajibkan membangun, menyediakan, atau membeli sumber pembangkit listrik baru untuk memenuhi kebutuhan energi pusat data mereka. Seluruh biaya pembangkitan maupun peningkatan infrastruktur distribusi listrik harus ditanggung penuh oleh perusahaan, sehingga tidak dialihkan kepada rumah tangga Amerika.

Selain itu, perusahaan akan menegosiasikan struktur tarif terpisah dengan utilitas dan pemerintah negara bagian. Mereka tetap berkewajiban membayar kapasitas listrik dan infrastruktur yang telah disiapkan untuk pusat data, baik listrik tersebut digunakan maupun tidak. Skema ini dirancang untuk mencegah lonjakan tarif akibat meningkatnya permintaan energi dari sektor AI.

Gedung Putih menegaskan bahwa infrastruktur pusat data merupakan fondasi internet, komputasi awan, dan AI, sekaligus penopang ekonomi serta keamanan nasional. Namun, meningkatnya kebutuhan listrik akibat pertumbuhan teknologi dan manufaktur domestik dinilai memberi tekanan besar pada jaringan listrik nasional.

Like 1
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement