Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Gerindra Malut Gaungkan Dua Periode di Tengah Rapor Merah dan Deretan Data Kegagalan
Janji kampanye Prabowo untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen diolok-olok oleh realitas pasar. Memasuki akhir 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia dilaporkan hanya tertahan di kisaran 5 persen. Lemahnya investasi di sektor riil, tingginya Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang menandakan investasi tidak efisien, serta kepastian hukum yang masih abu-abu membuat janji pertumbuhan 8 persen tersebut dianggap sebagai angan-angan kosong belaka.
Bagi banyak kalangan, deklarasi "Prabowo Dua Periode" yang mulai digaungkan kader partai di daerah seperti Maluku Utara terasa sangat prematur dan tuna empati terhadap penderitaan rakyat. Masyarakat menuntut agar di sisa tiga tahun masa jabatannya, pemerintah berhenti memainkan orkestrasi politik elektoral dan mulai berfokus pada penyelesaian krisis daya beli, efisiensi birokrasi, serta penciptaan lapangan kerja nyata. Kegagalan demi kegagalan ini adalah utang janji yang harus dilunasi, sebelum berbicara tentang perpanjangan kekuasaan.