Sejumlah pakar lingkungan hidup menilai kesepakatan bilateral ini sebagai kemajuan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, efektivitas di lapangan tetap bergantung pada ketegasan aparat penegak hukum dalam menindak pihak yang sengaja membakar lahan.
Organisasi masyarakat sipil di bidang kehutanan mendesak agar transparansi data satelit yang dibagikan dapat diakses juga oleh publik dan masyarakat adat di sekitar wilayah rawan. Transparansi ini dinilai krusial untuk mempercepat pelaporan dini.
Di tingkat lokal, para petani dan korporasi perkebunan kelapa sawit diimbau untuk segera menghentikan metode pembukaan lahan dengan cara membakar. Dinas Lingkungan Hidup daerah telah diinstruksikan untuk memperketat patroli harian di kawasan hidrologis gambut.
Pertemuan bilateral ini ditutup dengan penandatanganan protokol teknis operasional yang langsung berlaku efektif terhitung sejak tanggal disepakati, tanpa menunggu proses ratifikasi parlemen yang panjang.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.