Jakarta, Aktualis.ID - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengubah peta jalan pengadaan energi nasional dengan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) dari Singapura. Langkah strategis ini ditempuh lewat pengalihan bidikan pasokan ke dua negara alternatif, yakni India dan China, guna memperbaiki struktur biaya logistik energi domestik.

Kebijakan pemangkasan volume impor dari Singapura tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kontrak jangka panjang yang selama ini dinilai kurang efisien secara ekonomi. Selama bertahun-tahun, rantai pasok BBM nasional sangat bergantung pada trader energi yang berbasis di Singapura, yang kerap mendongkrak komponen biaya angkut dan biaya marjin.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Dalam skema pengadaan baru yang berlaku mulai kuartal keempat tahun ini, Kementerian ESDM memetakan volume pasokan yang signifikan dari kilang-kilang minyak di India dan China. Rincian volume impor baru ini mencakup pasokan bensin dan solar berstandar internasional yang didatangkan langsung dari produsen utama di kawasan Asia Selatan dan Asia Timur tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menegaskan bahwa langkah ini diambil murni atas pertimbangan kalkulasi bisnis yang transparan dan kompetitif. Menurutnya, diversifikasi sumber impor energi darurat maupun reguler sangat mendesak untuk meredam tekanan fluktuasi harga minyak mentah global terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement