Sekitar 45 persen impor minyak China diperkirakan melewati selat tersebut. Ketergantungan ini membuat stabilitas jalur pelayaran menjadi kepentingan utama bagi pemerintah China.
Beijing juga telah menegaskan melalui konferensi pers bahwa serangan militer tersebut tidak memiliki mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan menyerukan penghentian eskalasi konflik tersebut sambil mendukung koordinasi dan dialog diplomatik guna menjaga stabilitas kawasan.