"Evaluasi kontrak energi nasional menunjukkan bahwa kita harus keluar dari pola lama yang tidak efisien. Dengan mengalihkan sumber impor ke India dan China, kita mendapatkan penawaran harga keekonomian yang jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan struktur biaya di Singapura," ujar pejabat tinggi Kementerian ESDM tersebut saat ditemui di kantornya pada Selasa.

Selain faktor harga komoditas yang lebih kompetitif, pengalihan rute pasokan ini juga berdampak langsung terhadap efisiensi biaya logistik energi dalam negeri. Rute pelayaran langsung dari pelabuhan muat di India dan China dinilai mampu memangkas waktu tunggu kapal tanker serta menekan biaya sewa armada pengangkut.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Pengamat ekonomi energi dari universitas terkemuka menilai kebijakan ini sudah berada di jalur yang tepat untuk memperkuat ketahanan fiskal negara. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tetap memperketat pengawasan terhadap spesifikasi teknis dan kualitas BBM yang masuk agar sesuai dengan standar emisi kendaraan di Indonesia.

"Efisiensi biaya logistik energi tidak boleh hanya dilihat dari harga beli di atas kertas. Pemerintah harus memastikan bahwa jaminan pasokan jangka panjang dan mutu produk dari kilang India serta China benar-benar teruji konsistensinya," kata pengamat energi tersebut dalam keterangannya.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement