Jeritan Warga Soe di Balik Keringnya Keran Air: “Tetes Terakhir untuk Anak Kami”
Di bawah panasnya kemarau Soe, jeriken-jeriken kosong terus menunggu untuk diisi. Bagi keluarga yang hanya memiliki sedikit cadangan air di rumah, setiap tetes memiliki nilai yang tidak dapat digantikan.
Dan ketika seorang ibu mengatakan air terakhir di rumahnya hanya cukup untuk minum dan memasak anak-anak, pertanyaannya bukan lagi kapan keran akan kembali mengalir.
Pertanyaannya adalah: berapa lama lagi warga harus bertahan sebelum bantuan air benar-benar tiba?
Krisis air di Soe kini bukan sekadar persoalan keran yang kering. Di tengah El Niño yang memperpanjang tekanan kekeringan di NTT, persoalan tersebut telah berubah menjadi ujian serius bagi ketahanan air, kesiapsiagaan pemerintah dan kemampuan daerah melindungi kebutuhan dasar masyarakat.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.