Hujan Mundur 30 Hari, El Niño Ancam Sawah dan Ketahanan Pangan dari Jawa hingga NTT
Kondisi di NTT perlu mendapat perhatian khusus karena karakteristik iklim kering di sejumlah wilayah membuat ketersediaan air menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha tani. Kabupaten-kabupaten di Pulau Timor, Sumba, Flores, dan pulau-pulau lainnya memiliki kondisi iklim serta sumber air yang berbeda. Karena itu, risiko kekeringan tidak dapat disamaratakan untuk seluruh NTT. Petani perlu mengacu pada prakiraan BMKG setempat, kondisi embung dan sumur, serta informasi penyuluh pertanian sebelum menentukan waktu tanam.
Selain Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta Papua juga berpotensi mengalami kemunduran awal musim hujan. Sebagian daerah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November, sementara wilayah lainnya baru pada Desember. Di Sumatra, misalnya, sebagian Lampung diperkirakan mengalami keterlambatan. Di Kalimantan, sebagian Kalimantan Selatan juga masuk dalam wilayah yang perlu mewaspadai perubahan kalender musim. Dampak lokal tetap bergantung pada prakiraan setiap zona musim.
Kalender Tanam Berubah, Produksi Pangan Berisiko Terganggu
Keterlambatan hujan dapat memengaruhi seluruh tahapan produksi pertanian, mulai dari pengolahan lahan, persemaian, penanaman, hingga pertumbuhan tanaman. Pada tanaman padi, kekurangan air ketika fase awal pertumbuhan dapat menghambat pembentukan anakan dan mengganggu perkembangan tanaman. Jika kekeringan terjadi saat fase pembungaan atau pengisian bulir, potensi penurunan hasil panen juga meningkat. Besarnya dampak bergantung pada lamanya kekurangan air, kondisi tanah, varietas tanaman, serta ketersediaan sumber pengairan alternatif.
Tanaman jagung dan palawija juga menghadapi risiko ketika curah hujan tidak mencukupi pada fase perkecambahan dan pertumbuhan awal. Benih yang ditanam sebelum kelembapan tanah memadai berpotensi tidak tumbuh optimal, sedangkan tanaman yang sudah berkembang dapat mengalami stres air. Pada lahan tadah hujan, petani mungkin harus mengubah jadwal penanaman atau memilih varietas berumur lebih pendek untuk menyesuaikan masa pertumbuhan dengan periode ketersediaan air.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.