Jakarta, Aktualis.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka anjlok 1,5 persen pada perdagangan Rabu pagi, merespons tekanan domestik dan global yang menekan pasar keuangan nasional. Kejatuhan tajam ini terjadi di tengah proyeksi nilai tukar rupiah yang diramal terus melemah hingga akhir tahun akibat ketidakpastian ekonomi global serta penyesuaian suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat.
Pelemahan indeks langsung memicu aksi jual masif pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan, energi, dan infrastruktur. Tekanan jual tersebut tidak hanya mengikis kapitalisasi pasar secara signifikan, tetapi juga memaksa sejumlah pelaku pasar menarik likuiditas guna mengamankan aset di tengah volatilitas tinggi.
Analis pasar modal dari lembaga riset keuangan independen menilai bahwa kejatuhan mendadak ini merupakanakumulasi dari kekhawatiran investor terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik. Selain itu, arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan Indonesia memperparah tekanan terhadap likuiditas domestik pada paruh akhir tahun.
"Faktor fundamental domestik sebenarnya masih terjaga, namun sentimen eksternal terkait arah kebijakan moneter global mendominasi pergerakan pasar hari ini. Investor merespons cepat potensi pelemahan lanjutan mata uang Garuda," ujar Kepala Riset Makroekonomi Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.