Tekanan terhadap IHSG semakin berat setelah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menunjukkan tren depresiasi yang konsisten dalam beberapa pekan terakhir. Pelaku pasar khawatir pelemahan rupiah akan menggerus margin laba emiten yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor serta beban utang dalam mata uang asing.
Menghadapi gejolak pasar yang masif ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung menyiapkan langkah mitigasi darurat. Langkah tersebut dirancang khusus untuk meredam potensi kepanikan di kalangan investor ritel yang mendominasi volume transaksi harian di lantai bursa.
Otoritas pengawas pasar modal memastikan kesiapan instrumen stabilisasi pasar, termasuk peninjauan ulang ketentuan perdagangan margin serta pengawasan ketat terhadap transaksi short selling. Kebijakan ini diambil guna meminimalisasi volatilitas ekstrem yang dapat merugikan investor kecil.
"Kami meminta seluruh investor ritel untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan investasi secara impulsif. OJK bersama BEI terus memantau perkembangan pasar secara intensif dan siap menerbitkan kebijakan lanjutan jika diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan," tegas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.