Kemenaker Percepat Reskilling Tenaga Kerja Hadapi Disrupsi AI Industri

Evaluasi berkala terhadap pelaksanaan pelatihan sebelumnya menunjukkan tingkat penyerapan tenaga kerja lulusan reskilling mencapai enam puluh lima persen pada sektor industri teknologi informasi dan manufaktur canggih. Kendati demikian, tantangan terbesar masih terletak pada disparitas akses pelatihan antara pekerja di wilayah perkotaan besar dan kawasan industri periferi luar Jawa.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif pemerintah dalam meredam dampak negatif disrupsi teknologi terhadap stabilitas ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga pelatihan vokasi pemerintah merupakan kunci utama untuk menyelaraskan kebutuhan kompetensi industri modern.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

"Dunia usaha saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja yang adaptif terhadap sistem kecerdasan buatan, namun ketersediaan talenta tersebut di pasar masih sangat terbatas," ungkapnya saat dihubungi secara terpisah. Ia menambahkan bahwa program reskilling ini harus benar-benar berbasis kebutuhan riil pasar agar tidak menjadi seremonial belaka.

Di sisi lain, serikat pekerja mendesak agar program percepatan ini turut menyasar kelompok pekerja informal dan buruh kontrak yang sering kali terabaikan dalam skema peningkatan kapasitas formal. Mereka menilai pekerja kontrak di sektor ritel tradisional dan jasa pengiriman darat merupakan kelompok yang paling cepat kehilangan sumber penghidupan akibat efisiensi digital.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement