Petugas Pajak Datangi Rumah Mekanik di Gang Sempit Karena Tercatat Punya McLaren
"Saya kaget bukan kepalang waktu petugas datang menanyakan soal mobil McLaren. Jangankan beli, buat makan sehari-hari saja pas-pasan dari upah bengkel harian, bagaimana mungkin saya punya mobil seharga itu," ujar Slamet saat ditemui di kediamannya, Senin, 26 Oktober 2026.
Slamet menduga identitas pribadinya telah disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menghindari pajak progresif atau penggelapan aset kendaraan mewah. Modus pencatatan nama warga berpenghasilan rendah untuk kepemilikan aset bernilai tinggi kerap menjadi celah pelanggaran hukum yang merugikan masyarakat kecil.
Ketua Rukun Tetangga setempat, Budi Santoso, menyatakan bahwa warga sekitar langsung berkumpul ketika petugas perpajakan mendatangi kediaman Slamet. Menurutnya, mustahil seorang buruh bengkel dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah mampu merawat kendaraan mewah di kawasan permukiman padat penduduk.
"Kami warga kampung sini sangat kenal keseharian Pak Slamet yang bekerja sebagai mekanik keliling dan bengkel kecil. Kondisi jalannya saja hancur berlubang seperti ini, tidak mungkin ada mobil mewah masuk ke sini," kata Budi menegaskan.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.