Casio Luncurkan G-Shock Seri 2500 Lawan Dominasi Smartwatch di Pasar Indonesia
Data internal perusahaan menunjukkan bahwa kelompok demografi usia 25 hingga 40 tahun masih menjadi penyumbang utama penjualan seri G-Shock di Indonesia. Konsumen pada rentang usia tersebut cenderung memandang jam tangan analog bukan sekadar alat penunjuk waktu, melainkan sebagai pernyataan gaya hidup, simbol status, serta investasi aksesori jangka panjang yang minim perawatan perangkat lunak.
Respon pasar terhadap peluncuran G-Shock seri 2500 ini terpantau positif pada jaringan ritel luring maupun platform niaga elektronik nasional. Sejumlah diler resmi melaporkan peningkatan trafik pengunjung yang mencari varian analog terbaru tersebut sejak jam operasional toko dibuka pada akhir pekan ini, mengindikasikan bahwa minat terhadap produk horologi fisik belum sepenuhnya surut.
"Konsumen kami adalah mereka yang mencari ketahanan mutlak di lapangan tanpa harus direpotkan oleh urusan pengisian baterai harian seperti layaknya menggunakan smartwatch," kata Rian Hidayat,Manajer Operasional Jaringan Toko Jam Gunung Agung.
Di sisi lain, para pengamat industri ritel menilai bahwa langkah Casio mempertahankan lini analog merupakan pertaruhan di tengah lanskap teknologi yang bergerak cepat. Tanpa adanya inovasi pada material bodi dan ketahanan air, produk konvensional dikhawatirkan akan tergerus oleh fitur kesehatan yang ditawarkan oleh ekosistem smartwatch.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.