Hujan Mundur 30 Hari, El Niño Ancam Sawah dan Ketahanan Pangan dari Jawa hingga NTT

Selain kekeringan, masyarakat tetap perlu memperhatikan potensi banjir dan tanah longsor ketika hujan lebat terjadi. Tanah yang lama mengalami kekeringan dapat memiliki kondisi penyerapan air yang berbeda, sementara hujan berintensitas tinggi dalam waktu singkat dapat meningkatkan limpasan permukaan. Karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi menghadapi dua risiko sekaligus, yakni keterbatasan air pada periode kering dan kemungkinan gangguan hidrometeorologi saat hujan kembali meningkat.

Pemerintah dan Petani Diminta Memperkuat Antisipasi

Salah satu langkah penting untuk mengurangi dampak El Niño adalah menyesuaikan kalender tanam berdasarkan prakiraan iklim dan ketersediaan air di lapangan. Petani tidak disarankan memulai penanaman hanya berdasarkan kebiasaan musim pada tahun-tahun sebelumnya. Informasi prakiraan hujan perlu dipadukan dengan kondisi kelembapan tanah, kapasitas irigasi, serta rekomendasi penyuluh pertanian agar benih dan biaya pengolahan lahan tidak terbuang akibat penanaman yang terlalu dini.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Pengelolaan sumber air juga menjadi kebutuhan mendesak, terutama di wilayah pertanian yang bergantung pada tadah hujan. Pemerintah daerah bersama kelompok tani dapat mengoptimalkan embung, sumur, jaringan irigasi, pompanisasi, dan penampungan air hujan sesuai kondisi setempat. Perbaikan saluran yang bocor serta pengaturan pembagian air secara bergiliran juga dapat membantu menjaga pasokan untuk lahan prioritas. Penggunaan air harus memperhatikan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan sumber air agar penanganan kekeringan tidak menimbulkan persoalan baru.

Kementerian Pertanian melalui unit kerja terkait telah mendorong berbagai langkah antisipasi, termasuk optimalisasi irigasi, percepatan tanam di daerah yang masih memiliki pasokan air, serta penggunaan varietas yang lebih toleran terhadap kekeringan. Pemerintah juga menyiapkan perlindungan melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk mengurangi risiko kerugian petani. Efektivitas langkah tersebut akan sangat bergantung pada ketepatan sasaran, kesiapan infrastruktur, dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, serta kelompok tani.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Advertisement