Ilustrasi - Menghitung Uang
BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Fokus Jaga Rupiah di Tengah Volatilitas Global
Dari pasar keuangan global, BI menyebut ruang penurunan Fed Funds Rate masih terbuka seiring pasar tenaga kerja yang lemah, sementara yield UST tenor panjang tetap tinggi karena risiko fiskal AS—mendorong aliran modal ke negara berkembang terjadi selektif dan meningkatkan preferensi aset “safe haven”.
Karena itu, keputusan BI yang stabil dipandang “sesuai skenario dasar” pasar. Reuters menulis penahanan suku bunga ini merupakan kelima kalinya berturut-turut, dan mayoritas ekonom dalam survei memperkirakan BI tidak mengubah suku bunga.
Namun stabilnya suku bunga tidak otomatis menghapus kegelisahan pasar: Reuters juga menyorot kondisi instabilitas pasar dan melemahnya kepercayaan investor yang ikut membuat BI memusatkan perhatian pada rupiah.
Bagi perbankan, BI-Rate yang bertahan memberi kepastian jangka pendek terkait sinyal biaya dana, meski suku bunga simpanan dan kredit tetap sangat dipengaruhi likuiditas, persaingan, dan profil risiko tiap segmen.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.