Buka Mafia BBM di Lembata, Monopoli Barcode Hingga Dugaan Peran Petugas SPBU Terungkap
Dokumen Prokompim Setda Lembata. - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq saat memimpin Rapat Koordinasi Penyaluran BBM Bersubsidi. Senin,(29/6/2026).
Dari hasil penelusuran tim satgas di lapangan, terungkap sejumlah dugaan penyimpangan dalam sistem distribusi BBM subsidi yang diduga menjadi salah satu penyebab terganggunya penyaluran kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima subsidi tersebut.
Hasil penelusuran Tim Satgas yang diprakarsai Badan Kesatuan Bangsa dan Politik bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lembata mengungkap sejumlah temuan mengejutkan. Di antaranya, satu orang diketahui dapat menguasai hingga lima sampai enam barcode pembelian BBM subsidi. Tim juga menemukan penggunaan barcode oleh pihak yang tidak tercantum dalam surat keputusan penerima, penggunaan barcode yang telah kedaluwarsa, hingga dugaan praktik jual beli barcode kepada oknum tertentu.
Tak hanya itu, ditemukan pula penggunaan surat kuasa dalam pengambilan BBM subsidi, kartu kendali rekomendasi yang tidak diisi, lemahnya pengawasan distribusi, tidak adanya pengelompokan terhadap 352 nelayan penerima manfaat, hingga dugaan kerja sama antara oknum petugas SPBU dan pemegang barcode untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Pemkab Target Tindakan Tegas
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.