Setneg - Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi
Indonesia–India Perkuat Kemitraan Digital & AI: Dampaknya buat Startup, Talenta, dan Kedaulatan Data
Di titik ini, pertanyaannya bukan lagi “ada peluang atau tidak”, melainkan “jalur masuknya lewat mana”: apakah lewat proyek pemerintah (DPI/GovTech), lewat korporasi (semikonduktor, keamanan siber), atau lewat program pertukaran (talenta dan startup exchange).
Risiko dan PR juga nyata: standar teknis dan tata kelola harus selaras—mulai dari interoperabilitas API, standar keamanan, hingga definisi “data sensitif” dan aturan lintas batas—kalau tidak, kolaborasi berhenti di MoU.
Isu kedaulatan data akan jadi medan negosiasi paling sensitif, karena di level kebijakan kedua pihak sama-sama menekankan perlindungan data nasional dan kepatuhan regulasi dalam pengembangan AI.
Ada pula risiko keamanan rantai pasok: semakin banyak integrasi, semakin besar permukaan serangan—dari kebocoran data, kompromi vendor, sampai risiko model AI yang disusupi (data poisoning) atau dieksploitasi (prompt injection).
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.