BPMI Setpres/Muchlis Jr - Isu Geopolitik Global, Apa Strategi Baru Indonesia?

Isu Geopolitik Global, Apa Strategi Baru Indonesia?

SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA

Di sisi lain, Reuters melaporkan BoP merupakan inisiatif Presiden AS Donald Trump yang mengundang sejumlah negara untuk bergabung, namun ada diplomat yang menilai langkah tersebut berpotensi memengaruhi kerja dan legitimasi PBB.

Kembali ke pertemuan di Istana, pemerintah menilai forum empat jam itu sebagai langkah aktif menyatukan pandangan demi menjaga stabilitas nasional. Pertemuan tersebut juga diposisikan sebagai ruang kolaboratif dan inklusif dalam penyelenggaraan negara.

Baca juga Sponsored / Suggested

Sejumlah pengamat juga mengingatkan bahwa ketegangan geopolitik dapat menjalar ke sektor ekonomi terutama energi yang pada akhirnya menekan biaya produksi dan daya beli. Dalam kajian UGM, dampak konflik dan pilihan kebijakan luar negeri dinilai dapat memengaruhi persepsi internasional sekaligus risiko ekonomi domestik.

Dengan menyatukan tokoh lintas generasi, pemerintah tampak ingin memastikan respons Indonesia tidak terpaku pada satu kanal kebijakan saja. Konsolidasi elite diharapkan menjadi “sabuk pengaman” ketika risiko global menekan dari berbagai arah keamanan, diplomasi, hingga pangan-energi.

Ke depan, isu yang kemungkinan tetap menjadi perhatian adalah bagaimana hasil diskusi tersebut diterjemahkan ke kebijakan yang lebih konkret—mulai dari mitigasi energi dan pangan, hingga posisi Indonesia dalam diplomasi internasional. Setidaknya, pertemuan di Istana menandai sinyal bahwa pemerintah memilih jalur dialog luas untuk menghadapi guncangan geopolitik.

Like 0
Love 0
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement