Label APBD FC Menghantui Persija, Manajemen Beri Penjelasan
Prapanca menilai tudingan tersebut tidak sepenuhnya tepat karena seluruh kerja sama dilakukan berdasarkan kontrak bisnis yang sah. Ia menegaskan bahwa klub tidak bisa sembarangan memanfaatkan kemitraan tersebut di luar kesepakatan.
Ia juga menekankan bahwa operasional klub didukung oleh berbagai sumber pendapatan lain. Di antaranya adalah sponsor swasta, penjualan tiket pertandingan, hingga penjualan merchandise resmi klub.
Selain itu, berbagai aktivitas komersial lain juga menjadi bagian dari strategi bisnis klub. Hal ini disebut sebagai upaya menjadikan Persija sebagai organisasi sepak bola profesional yang mandiri secara finansial.
Meski demikian, perdebatan mengenai hubungan klub dengan pemerintah daerah kemungkinan masih akan terus muncul di ruang publik. Sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia, setiap langkah Persija kerap menjadi sorotan luas.
Bagi manajemen Persija, yang terpenting adalah memastikan klub tetap berjalan secara profesional dan kompetitif di lapangan. Sementara bagi publik, diskusi mengenai label “APBD FC” tampaknya masih akan menjadi bagian dari dinamika yang menyertai perjalanan Persija ke depan.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.