Galery - Nus Kei Tewas, Riwayat Konflik Panjang dan Dendam Lama Kembali Disorot
Nus Kei Tewas, Riwayat Konflik Panjang dan Dendam Lama Kembali Disorot
Aktualis.ID - Jejak panjang perseteruan berdarah yang membelit tokoh Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei akhirnya mencapai titik nadir yang tragis. Pria yang kerap menjadi pusaran konflik antarkelompok ini menghembuskan napas terakhirnya usai menjadi korban penikaman mematikan di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Maluku Tenggara, pada Minggu, 19 April 2026. Kematian tragis tokoh yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara ini seakan menjadi babak penutup dari jalan hidupnya yang selama beberapa tahun terakhir dipenuhi dengan ancaman, kekerasan, dan perseteruan keluarga yang menyita perhatian nasional.
Nama Nus Kei mulai mencuat dan menjadi sorotan tajam publik lewat konflik mematikan dengan keponakannya sendiri, John Kei. Perseteruan pamam dan keponakan ini berakar dari sengketa pembagian uang hasil penjualan tanah di Ambon, Maluku. Ketidaksepakatan keluarga ini dengan cepat memanas dan meledak menjadi perang terbuka antar kelompok loyalis. Puncak dari permusuhan ini terjadi pada 21 Juni 2020, ketika kelompok John Kei melancarkan serangan terencana yang menewaskan satu anggota kelompok Nus Kei bernama Yustus Corwing di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat. Tak berhenti di situ, di hari yang sama, kediaman Nus Kei di Cluster Australia, Green Lake City, Tangerang, diobrak-abrik oleh puluhan anak buah John Kei, sebuah insiden brutal yang akhirnya berujung pada penangkapan dan pemenjaraan John Kei.
Namun, jeruji besi tak lantas memadamkan bara dendam di antara kedua kubu tersebut. Konflik kembali meruncing tiga tahun kemudian, tepatnya pada awal November 2023. Saat itu, ketegangan kembali memuncak saat kelompok Nus Kei mendatangi markas kelompok John Kei di kawasan Jalan Titian Indah, Medan Satria, Kota Bekasi. Bentrokan berdarah ini kembali menelan korban jiwa, di mana seorang pria dari kubu Nus Kei bernama Gaspar tewas setelah terkena tembakan senjata api dari salah satu loyalis John Kei. Rangkaian insiden ini membuktikan betapa rawannya posisi Nus Kei yang terus-menerus dikelilingi oleh ancaman balas dendam dan gesekan fisik antarkelompok yang tidak berkesudahan.
Hingga akhirnya, pusaran kekerasan yang selalu mengiringi langkah Nus Kei benar-benar membawanya pada akhir yang fatal di Maluku. Kedatangannya ke Maluku Tenggara yang awalnya ditujukan untuk menghadiri agenda politik Musyawarah Daerah, justru berujung maut sesaat setelah ia mendarat. Dua orang pelaku secara mendadak menghampiri dan menyerangnya dengan senjata tajam, meninggalkan luka fatal di area dada dan lehernya. Meski aparat kepolisian telah bergerak cepat meringkus dua pelaku pembunuhan tersebut dan masih terus mendalami apakah motif ini murni urusan politik lokal, dendam lama, atau masalah baru, peristiwa ini menjadi penutup kelam bagi kehidupan Nus Kei yang selama bertahun-tahun selalu dibayang-bayangi oleh perseteruan dan berakhir di ujung bilah pisau.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.