Prancis Tingkatkan Kesiagaan Militer, Charles de Gaulle Dikerahkan ke Mediterania
Aktualis.ID - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pengerahan kapal induk andalan negaranya ke kawasan Mediterania menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Keputusan ini disampaikan dalam pidato resmi kepada bangsa yang disiarkan dari Istana Élysée, Paris, Selasa (3/3/2026).
Dalam pidatonya, Macron menyatakan telah memerintahkan kapal induk Charles de Gaulle beserta aset udara dan kapal fregat pengawalnya untuk segera berlayar menuju Mediterania. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas situasi keamanan yang dinilai semakin tidak stabil.
“Menghadapi situasi yang tidak stabil ini dan ketidakpastian pada hari-hari mendatang, saya telah memerintahkan kapal induk Charles de Gaulle, aset udaranya, dan kapal fregat pengawalnya untuk berlayar menuju Mediterania,” ujar Macron dalam pidato tersebut.
Ia menambahkan bahwa jet tempur Dassault Rafale, sistem pertahanan udara, serta radar udara telah dikerahkan ke kawasan Timur Tengah dalam beberapa jam terakhir. Menurutnya, pengerahan itu akan terus dilakukan selama diperlukan.
Ketegangan regional meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut konflik tersebut dapat berlangsung selama beberapa minggu, bahkan berpotensi lebih lama.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan memicu respons keras dari Teheran. Iran kemudian menargetkan sejumlah sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk sebagai bentuk pembalasan.
Macron juga menyoroti serangan terhadap pangkalan angkatan udara Inggris di Siprus pada hari Senin. Ia menegaskan bahwa Siprus merupakan anggota Uni Eropa yang memiliki kemitraan strategis dengan Prancis, sehingga memerlukan dukungan tambahan.
Sebagai bagian dari langkah penguatan pertahanan, Prancis mengirimkan fregat Languedoc ke lepas pantai Siprus. Kapal tersebut dijadwalkan tiba pada malam hari untuk memperkuat sistem pertahanan udara di wilayah tersebut.
Dalam rapat dewan pertahanan Prancis pada Minggu sebelumnya, Macron telah menginstruksikan peningkatan postur pertahanan di Timur Tengah. Tujuannya adalah melindungi warga negara Prancis, pangkalan militer, serta kepentingan strategis negara itu di kawasan.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, menjelaskan bahwa jet-jet Rafale telah dikerahkan di atas wilayah Uni Emirat Arab. Langkah ini dilakukan untuk melindungi pangkalan angkatan laut dan udara Prancis yang berada di negara tersebut.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.