Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat tajam setelah Iran memperluas serangan terhadap fasilitas minyak dan gas, memicu kekhawatiran baru akan krisis energi global yang lebih dalam.
Pelemahan rupiah tersebut menandai kembalinya mata uang domestik ke level psikologis Rp 17.000 per dolar AS. Level ini menjadi perhatian pelaku pasar karena menunjukkan tekanan eksternal yang masih cukup besar terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.