Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya untuk mengurangi tekanan ekonomi yang meningkat akibat konflik regional yang melibatkan Iran dan meningkatnya biaya keamanan serta gangguan pada sektor energi di kawasan Teluk.
Gangguan di Selat Hormuz menjadi pemicu utama perubahan itu. Reuters melaporkan lalu lintas kapal di jalur yang biasanya menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia turun tajam, sementara ratusan kapal sempat tertahan di sekitar kawasan tersebut. Dalam situasi itu, pembeli Asia mulai mencari pasokan yang lebih cepat tersedia dan tidak terlalu bergantung