Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyatakan bahwa ia telah menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan menjaga keamanan energi nasional.
Pasar saham di kawasan Asia Pasifik anjlok tajam pada awal pekan akibat ultimatum Presiden Donald Trump terhadap Iran.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap harga energi global. Ketidakpastian geopolitik menjadi salah satu faktor utama yang memicu lonjakan harga.
Fokus utama konflik kini juga tertuju pada Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dan gas dunia.
Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat tajam setelah Iran memperluas serangan terhadap fasilitas minyak dan gas, memicu kekhawatiran baru akan krisis energi global yang lebih dalam.
Iran mengeluarkan pernyataan langka bahwa pelabuhan–pelabuhan di UAE yang dianggap menjadi basis atau memiliki operasi Amerika Serikat adalah “target yang sah” jika konflik terus berlanjut.
Sekitar 45 persen impor minyak China diperkirakan melewati selat tersebut. Ketergantungan ini membuat stabilitas jalur pelayaran menjadi kepentingan utama bagi pemerintah China.