Ilustrasi - Menghitung Uang
BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Fokus Jaga Rupiah di Tengah Volatilitas Global
BI juga menegaskan akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran moneter dan kebijakan makroprudensial, sambil mencermati ruang penurunan BI-Rate lebih lanjut sejalan prakiraan inflasi 2026–2027 yang masih dalam sasaran 2,5±1%.
Tekanan kurs menjadi sorotan karena rupiah masih berada pada level lemah terhadap dolar AS: kurs referensi JISDOR mencatat Rp16.758 per dolar AS pada 26 Februari 2026.
Di level kebijakan, rupiah yang tertekan berisiko menambah “imported inflation” dan menggoyang kepercayaan pasar, sehingga menjaga stabilitas nilai tukar kerap jadi prasyarat untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
Reuters mencatat BI memandang rupiah “undervalued” dibanding fundamental, dan menyebut faktor ketidakpastian global serta “risk premium” jangka pendek sebagai pendorong tekanan—karena itu BI menegaskan akan mengintensifkan intervensi di pasar onshore maupun offshore.
Kata Aktualizer
- Belum ada komentar.