BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Fokus Jaga Rupiah di Tengah Volatilitas Global

Ilustrasi - Menghitung Uang

Dalam siaran pers RDG, BI memaparkan strategi penguatan stabilisasi rupiah melalui intervensi NDF di pasar luar negeri, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, disertai pembelian SBN di pasar sekunder.

BI juga menekankan penguatan strategi operasi moneter pro-market untuk menarik aliran masuk portofolio asing, dengan tetap menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga serta volume instrumen moneter.

▼ SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA ▼
▲ LANJUTAN ARTIKEL ▲
Baca juga

Dari sisi makroprudensial, BI menegaskan arah kebijakan tetap pro-growth: mendorong peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil—khususnya sektor prioritas pemerintah—serta mempercepat penurunan suku bunga kredit melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan prinsip kehati-hatian.

Untuk memperkuat intermediasi, BI menyebut sinergi Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) dan publikasi asesmen transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sebagai bagian dorongan agar bunga kredit perbankan ikut turun lebih terukur.

Like 1
Love 1
Wow 0
Haha 0
Sad 0
Angry 0
Advertisement

Kata Aktualizer

  1. Belum ada komentar.

Tulis komentar

Silakan login atau daftar untuk menulis komentar.

Related to this topic:

Advertisement